Awal tahun 2025, hidupku sebenarnya tidak terlihat buruk.

Aku masih bekerja, bertemu orang, tertawa, dan menjalani hari seperti biasa. Tidak ada satu kejadian besar yang bisa kutunjuk sebagai penyebab. Namun, ada jarak antara hidup yang sedang kujalani dan hidup yang rasanya benar-benar kuinginkan.

Aku bergerak, tetapi tidak merasa menuju ke mana-mana. Aku menyelesaikan banyak hal, tetapi jarang merasa benar-benar hadir di dalamnya.

Mungkin itu yang paling sulit dari kehilangan arah: dari luar, semuanya masih tampak berjalan. Hanya diri kita sendiri yang tahu bahwa ada bagian di dalam yang mulai redup.

Aku tidak memulai tahun itu dengan resolusi besar. Aku hanya mulai lelah menunggu semangat datang lebih dulu sebelum melakukan sesuatu yang baik untuk diriku sendiri.

Beberapa tahun sebelumnya, aku pernah membaca Atomic Habits. Aku sudah tidak mengingat setiap kalimatnya. Namun, ada satu gagasan yang menetap: hidup kita lebih banyak dibentuk oleh apa yang kita ulangi daripada apa yang kita janjikan kepada diri sendiri.

Pada awal 2025, aku kembali mendengarkan James Clear membicarakan hal tersebut dalam sebuah podcast. Pembicaraan itu tidak memberiku jawaban baru. Ia hanya membuat sebuah pesan lama datang kembali pada waktu yang tepat.

Aku tidak membutuhkan hidup baru. Aku membutuhkan cara hidup yang bisa kuandalkan.

01 / The entry point

Padel Datang Tanpa Rencana

Pada waktu yang hampir bersamaan, aku diperkenalkan dengan padel.

Awalnya, itu hanya olahraga baru. Sesuatu yang menyenangkan untuk dicoba. Namun, perlahan padel memberiku lebih dari sekadar keringat dan skor pertandingan.

Lewat padel, aku kembali bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak kutemui. Aku kembali punya alasan untuk berkumpul, tertawa, berkompetisi, dan benar-benar berada di satu tempat tanpa memikirkan terlalu banyak hal lain.

Setelah bermain, masalahku tentu masih ada. Hidupku belum berubah. Namun, aku biasanya pulang dengan perasaan sedikit lebih ringan dan sedikit lebih mirip diriku sendiri.

Padel tidak menyelamatkan hidupku. Kalimat itu terlalu besar. Tetapi padel memberiku satu alasan kecil untuk kembali peduli pada hari esok.

Untuk pertama kalinya setelah cukup lama, aku ingin menjadi lebih baik dalam sesuatu bukan karena pekerjaan, tuntutan, atau penilaian orang lain. Aku ingin berkembang karena aku benar-benar menyukai prosesnya.

Dari keinginan sederhana itu, muncul pertanyaan yang akhirnya mengubah lebih banyak bagian hidupku daripada yang kuduga:

Kalau aku ingin membawa permainan yang lebih baik ke lapangan, hidup seperti apa yang harus kubawa bersamaku?

02 / Built around what I love

Aku Mulai dari Hal-Hal yang Bisa Kuulang

Aku sadar bahwa lebih sering masuk ke lapangan saja tidak cukup. Tubuhku harus lebih kuat. Napasku harus bertahan lebih lama. Aku harus tidur, makan, berlatih, dan pulih dengan lebih baik.

Sistem pertamaku sangat sederhana: berolahraga setidaknya dua kali dalam seminggu, berusaha tidur cukup, dan mengurangi keputusan yang tidak perlu soal makanan. Pada hari kerja, aku merotasi makan siang dari Healthy Go, Yellow Fit, dan With Alinea.

Saat itu belum ada perhitungan yang rumit. Belum ada program yang sempurna atau data yang lengkap. Aku belum mencoba mengoptimalkan tubuhku. Aku hanya sedang mengajarkan diriku untuk hadir secara konsisten.

Aku belajar bahwa kebiasaan baik menjadi lebih ringan ketika sebagian keputusannya sudah dibuat sebelumnya. Aku tidak perlu memenangkan perdebatan dengan diriku sendiri setiap hari. Aku hanya perlu mengikuti jalan yang sudah kusiapkan.

Tentu ada minggu yang berantakan. Ada latihan yang terlewat, tidur yang terlalu larut, dan makanan yang jauh dari rencana. Bedanya, aku tidak lagi menganggap satu hari buruk sebagai bukti bahwa aku telah gagal.

Yang paling sering kulatih ternyata bukan tubuhku. Yang paling sering kulatih adalah kemampuanku untuk kembali.

03 / A system that spread

Perlahan, Sistem Itu Menyebar

Setelah melihat kebiasaan sederhana bisa menopangku ketika motivasi sedang rendah, aku mulai membawa cara yang sama ke bagian hidup yang lain.

Sejak Januari 2025, aku rutin menabung dan berinvestasi setiap minggu di berbagai instrumen. Aku menyebutnya Rabu Nabung.

Nominalnya tidak selalu terasa besar. Pergerakan pasar juga tidak selalu menyenangkan. Namun, hari Rabu tetap datang dan aku tetap menyisihkan sesuatu.

Setiap Rabu, aku mengirim sesuatu kepada masa depan yang belum bisa kulihat.

Prinsip yang sama kemudian masuk ke hubungan dan proses belajarku. Aku mulai menyediakan waktu untuk keluarga dan teman, bukan hanya berharap masih ada waktu yang tersisa. Aku terus memperdalam finance, accounting, dan ekonomi, meskipun hasil dari satu sesi belajar tidak langsung terlihat.

Kolase editorial tentang gerak dan padel
01

Movement

Aku bergerak agar tubuhku tetap sanggup membawaku menjalani hal-hal yang kucintai.

Kolase editorial tentang tidur, nutrisi, dan pemulihan
02

Health

Aku tidur, makan, dan pulih dengan lebih sadar—bukan untuk sempurna, tetapi agar hidup tidak terus dibayar dengan kelelahan.

Kolase editorial tentang menabung dan pertumbuhan yang konsisten
03

Money

Setiap Rabu, aku mengirim sesuatu kepada masa depan yang belum bisa kulihat.

Kolase editorial tentang hubungan, percakapan, dan belajar
04

People & Learning

Aku menyisihkan waktu untuk orang-orang yang membuat hidupku berarti dan ilmu yang membuatku terus bertumbuh.

Tidak satu pun dari kebiasaan itu menghasilkan perubahan dramatis dalam satu hari. Kebanyakan bahkan tidak cukup menarik untuk diceritakan. Namun, justru hal-hal biasa itulah yang akhirnya paling banyak mengubahku.

Tidak ada satu momen ketika aku tiba-tiba menjadi orang yang disiplin. Ada banyak hari biasa ketika aku memilih melakukan sesuatu, lalu mengulanginya lagi pada minggu berikutnya.

Tanpa kusadari, padel, latihan, tidur, makanan, Rabu Nabung, belajar, serta waktu bersama keluarga dan teman berhenti terasa seperti daftar tugas. Semuanya menjadi ritme yang bisa kutuju ketika hidup kembali terasa kacau.

04 / The real before

Tujuannya Masih Ada. Hanya Bukan Lagi Fondasinya.

Aku tentu tetap punya tujuan. Aku ingin bermain padel dengan lebih baik, mempunyai tubuh yang sehat dan kuat, berkembang dalam pekerjaan, memperdalam ilmu, dan membangun kondisi finansial yang lebih baik.

Namun, tujuan terlalu mudah berubah untuk dijadikan satu-satunya alasan bergerak. Ketika tercapai, kita membutuhkan tujuan baru. Ketika gagal, kita mudah merasa seluruh prosesnya tidak berarti.

Aku tidak berhenti mempunyai target. Aku hanya berhenti meminta hasil akhir untuk membuktikan bahwa proses yang kujalani layak diteruskan.

Sekarang, setelah fondasinya terasa lebih kuat, aku mulai berlatih dengan program yang lebih jelas, meminta bantuan pelatih, dan menggunakan data untuk memahami tubuhku. Bagiku, data bukan vonis. Data hanya menyalakan lampu pada bagian-bagian yang sebelumnya tidak bisa kulihat.

Karena itu, aku tidak sedang mencari foto before terburuk agar hasil berikutnya terlihat lebih mengesankan. Tubuhku hari ini bukan bukti kegagalan. Ia adalah tubuh yang sudah membawaku melewati semua hari sebelum aku mulai mencatatnya.

Before yang sebenarnya bukanlah sebuah foto. Ia adalah versi diriku yang terus menunggu merasa siap. Versi yang mengira perubahan harus dimulai dari keyakinan besar, padahal sering kali keyakinan baru muncul setelah kita cukup lama menepati janji-janji kecil kepada diri sendiri.

Aku tidak menulis ini karena merasa sudah menemukan rumus untuk hidup. Aku masih sering lelah, ragu, dan keluar dari jalur. Sistemku juga akan terus berubah.

Namun, jika kamu sedang kehilangan arah, mungkin kamu tidak harus memperbaiki seluruh hidupmu sekaligus. Mungkin kamu hanya perlu menemukan satu hal yang cukup berarti untuk membuatmu kembali—kemudian menaruh beberapa kebiasaan baik di sekelilingnya.

Bagiku, pintu masuk itu adalah padel. Pintu masukmu mungkin berbeda.